Jumat, 07 November 2014

EKONOMI KOPERASI (TUGAS 2)

KOPERASI, NASIBMU KINI

NAMA : DANIEL STEVEN IRAWAN
NPM/ KELAS : 12213023/ 2EA22
DOSEN : Sarah Widia R

Permasalahan :

Keberadaan koperasi di Indonesia saat ini sudah makin tenggelam dan dianggap sebelah mata. Padahal koperasi adalah alat penting untuk orang miskin dan rakyat yang lemah, sehingga ekonominya terbantu. Koperasi adalah alatnya orang miskin, rakyat yang lemah. Makanya koperasi merupakan salah satu alat perjuangan, tapi ternyata koperasi disepelekan oleh elit bangsa. Sekarang adalah persaingan zamannya modal besar

Analisa :

“Koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia”. Makna dari istilah koperasi sebagai sokoguru perekonomian dapat diartikan bahwa koperasi sebagai pilar atau ”penyangga utama” atau ”tulang punggung” perekonomian. Dengan demikian koperasi diperankan dan difungsikan sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional. Keberadaannyapun diharapkan dapat banyak berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dana kemakmuran rakyat. Namun di era reformasi ini keberadaannya banyak dipertanyakan, bahkan seringkali ada yang mengatakan sudah tidak terlalu terdengar lagi dan apakah masih sesuai sebagai salah satu badan usaha yang berciri demokrasi dan dimiliki oleh orang per orang dalam satu kumpulan, bukannya jumlah modal yang disetor seperti badan usaha lainnya. Padahal Koperasi diharapkan menjadi soko guru perekonomian nasional

Dan berikut ini faktor-faktor yang terjadi di 
Indonesia:

1. Kurangnya kesadaran masyarakat atas pentingnya koperasi.
Masyarakat masih saja melakukan peminjaman uang lewat rentenir/lintah darat, dibanding dengan meminjam uang ke koperasi karena pola pikir masyarakat uang simpanan masyarakat di koperasi tidak mencukupi jumlah uangnya yang akan dipinjam.

2. Kurangnya komitmen pemerintah untuk memberdayakan koperasi.
Pemberdayaan koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya.

3. Koperasi masih beranggotakan yang kalangan menengah keatas, belum bersifat kemasyarakatan.




Seperti di lingkungan rumah saya, koperasi hanya beranggotakan kalangan menengah keatas, yang kalangan bawah berpikir untuk makan saja sudah pas-pasan, tidak ada lagi uang untuk menaruh tabungan di koperasi.

4. Produk Produk yang selama ini ditawarkan koperasi sangat terbatas, varian yang paling populer adalah simpan pinjam, itupun bukan menjadi produk koperasi yang kompetitif yang bisa bersaing di pasar apalagi dengan suku bunga bank yang tinggi membuat koperasi sulit berkembang dan margin yang semakin tipis sehingga harus menaikan bunga jika ingin eksis. Produk yang sedang coba dikembangkan di beberapa koperasi dengan memasuki wilayah ritel masih sangat terbatas dan cenderung berjalan di tempat karena konsep pengelolaan cenderung masih sangat kekeluargaan.
5. Kurangnya pendidikan serta pelatihan yang diberikan oleh pengurus kepada para anggota koperasi.
Kegiatan koperasi yang tidak berkembang membuat sumber modal menjadi terbatas, dan mengakibatkan kurangnya dukungan serta kontribusi dari para anggota untuk berpartisipasi membuat koperasi. Oleh karena itu, semua masalah berpangkal pada partisipasi anggota dalam mendukung terbentuknya koperasi yang tangguh, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, serta masyarakat sekitar.

6. Kalau kita mau jujur membandingkan faktor price/harga harus kita akui kalau keengganan masyarakat untuk berbelanja di koperasi dengan alasan ‘lebih mahal’ bukanlah alasan yang mengada-ada. bagaimanapun masyarakat pembeli adalah konsumen yang membandingkan harga dengan tempat lain dan cenderung akan bertransaksi di tempat yang lebih murah.
Kesimpulan :
Menurut saya, upaya untuk membangkitkan gairah perekonomian negara sudah seharusnya memang memerlukan peran aktif masyarakat, sebab pada dasarnya sejahteranya perekonomian memang diciptakan dari, oleh dan untuk rakyat. Melalui gerakan koperasi pemberdayaan koperasi akan dapat secara signifikan mengurangi pengangguran. “Sekarang penganggugaran sisa 6,3 persen sedangkan kemiskinan sisa 11,96 persen. Salah satu program keberpihakan adalah kebijakan micro finance tentang kredit usaha rakyat bisa menyerap 7.8 juta nasabah. Dengan angka tersebut bisa dikatakan bahwa kemiskinan bisa berkurang. Disamping itu Koperasi juga tidak hanya melihat dari seberapa tinggi sales yang dihasilkan dari Koperasi itu tapi yang jauh lebih penting adalah jumlah anggota yang diduduki tiap koperasi itu sendiri dan benefit yang akan dirasakan oleh anggota yang bersangkutan. Yang terpenting adalah Koperasi dapat memberikan manfaat yang besar terhadapa para anggota koperasi tersebut, karena harus ingat tujuan utama Koperasi adalah untuk mensejahterahkan anggotanya.
SUMBER :
http://indahpertiwi2.wordpress.com/2013/11/06/koperasi-sebagai-soko-guru-perekonomian-indonesia/

Jumat, 10 Oktober 2014

EKONOMI KOPERASI (TUGAS 1)

SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA DAN PENGARUH KONSEP KOPERASI DI LUAR INDONESIA.

NAMA : DANIEL STEVEN IRAWAN
NPM/ KELAS : 12213023/ 2EA22
DOSEN : Sarah Widia R

SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA.

Koperasi pertama kali diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Skotlandia, yang bernama Robert Owen (1771-1858). Setelah koperasi berkembang dan diterapkan di beberapa negara-negara Eropa. Koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia.
Di Indonesia koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wiria Atmaja pada tahun 1896, dengan melihat banyaknya  para pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga yang terlalu tinggi dari rentenir yang memberikan pinjaman uang. Melihat penderitaan tersebut Patih R.Aria Wiria Atmaja lalu mendirikan Bank untuk para pegawai negeri, beliau mengadopsi sistem serupa dengan yang ada di Jerman yakni mendirikan koperasi kredit. Beliau berniat membantu orang-orang agar tidak lagi berurusan dengan rentenir yang pasti akan memberikan bunga yang tinggi.
Seorang asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode, merespon tindakan Patih R.Aria Wiria, sewaktu mengunjungi Jerman De Wolffvan Westerrode menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.
Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia, hal ini juga didorong sifat orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong-royong dan kekeluargaan sesuai dengan prinsip koperasi. Bahkan untuk mengansitipasi perkembangan ekonomi yang berkembang pesat pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra.
Setelah pemerintahan Hindia-belanda menunjukkan sikap diskriminasi dalam peraturan yang dibuatnya. Pada tahun 1908 Dr. Sutomo yang merupakan pendiri dari Boedi Utomo memberikan peranannya bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kondisi kehidupan rakyat.
Serikat Dagang Islam (SDI) 1927, Dibentuk bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Setelah Jepang berhasil menguasai sebagian besar daerah Asia, termasuk Indonesia, sistem pemerintahan pun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Jepang. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyainamun hal ini hanya dimanfaatkan Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya. 
Lalu kita mengenal Moh. Hatta sebagai bapak koperasi. Beliau mengusulkan didirikannya 3 macam koperasi :
  1. Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai.
  2. Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan).
  3. Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.
Bung Hatta mengatakan bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya bukan mencari laba atau keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi.
PERMASALAHAN

  • Koperasi jarang peminatnya
  • Sulitnya koperasi berkembang
  • Masalah permodalan



ANALISIS
  • Koperasi kurang peminat bisa dikarenakan kalah bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak dibidang pemberian modal, lembaga pemberian kredit atau lembaga penyimpanan dana contohnya perbankan.
  • Sulitnya koperasi berkembang bisa dikarenakan adanya faktor internal dan eksternal yang kurang mendukung kinerja koperasi dan memungkinkan koperasi sulit berkembang pula.
  • Masalah permodalan bisa dikarenakan  kurang kepercayaan anggota terhadap kepengurusan koperasi yang bedampak pada proses kegiatan simpan-pinjam para anggota, padahal itu adalah sumber dana pokok bagi perkoperasian untuk mengembangkan usaha-usahanya untuk mencari tambahan keuntungan atau hasil usaha.


RINGKASAN

Koperasi jarang peminatnya dikarenakan ada pandangan yang berkembang dalam masyarakat bahwa koperasi adalah usaha bersama yang diidentikkan dengan masyarakat golongan menengah ke bawah. Dari sinilah perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang koperasi. Dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat menyejahterakan anggotanya. Sehingga mereka berminat untuk bergabung.
Koperasi juga sulit berkembang disebabkan oleh banyak faktor, yaitu bisa disebabkan Sumber Daya Manusia yang kurang. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah pengurus koperasi. Seperti yang sering dijumpai, pengurus koperasi biasanya merupakan tokoh masyarakat sehingga dapat dikatakan rangkap jabatan, kondisi seperti inilah yang menyebabkan ketidakfokusan terhadap pengelolaan koperasi itu sendiri. Selain rangkap jabatan biasanya pengurus koperasi sudah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas.



Perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan agar mereka dadat berpartisipasi dalam koperasi.Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi. Partisipasi akan meningkatkan rasa tanggung jawab sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif.

Pemerintah perlu memberikan perhatian kepada koperasi yang memang kesulitan dalam masalah permodalan. Dengan pemberian modal koperasi dapat memperluas usahanya sehingga dapat bertahan dan bisa berkembang. Selain pemerintah, masyarakat merupakan pihak yang tak kalah pentingnya, dimana mereka yang memiliki dana lebih dapat menyimpan uang mereka di koperasi yang nantinya dapat digunakan untuk modal koperasi.


SUMBER




Minggu, 29 Juni 2014

Gerunds and Infinitives

Gerunds and infinitives are verb forms that can take the place of a noun in a sentence. The following guidelines and lists will help you figure out whether a gerund or infinitive is needed.

Following a verb (gerund or infinitive)

Both gerunds and infinitives can replace a noun as the object of a verb. Whether you use a gerund or an infinitive depends on the main verb in the sentence. Consult the lists below to find out which form to use following which verbs.
expect to have the report done by Friday.[INFINITIVE]
anticipate having the report done by Friday.[GERUND]

Some common verbs followed by a gerund (note that phrasal verbs, marked here with *, always fall into this category):

acknowledgeShe acknowledged receiving assistance.
* accuse ofHe was accused of smuggling contraband goods.
admitThey admitted falsifying the data.
adviseThe author advises undertaking further study.
anticipateHe anticipates having trouble with his supervisor.
appreciateappreciated having a chance to read your draft.
avoidHe avoided answering my question.
completeI finally completed writing my thesis.
considerThey will consider granting you money.
deferShe deferred writing her report.
delayWe delayed reporting the results until we were sure.
denyThey denied copying the information.
discussThey discussed running the experiments again.
entailThis review procedure entails repeating the test.
* look afterHe will look after mailing the tickets.
* insist onHe insisted on proofreading the article again.
involveThis procedure involves testing each sample twice.
justifyMy results justify taking drastic action.
mentionThe author mentions seeing this event.
* plan onThey had planned on attending the conference.
postponeThe committee has postponed writing the report.
recallI cannot recall getting those results before.
resentHe resented spending so much time on the project.
recommendShe recommends reading Marx.
resistThe writer resists giving any easy answers.
riskShe risks losing her viewing time.
sanctionThey will not sanction copying without permission.
suggestsuggest repeating the experiment.
* take care ofHe will take care of sending it to you.
tolerateShe can't tolerate waiting for results.

Some common verbs followed by an infinitive:

affordWe cannot afford to hesitate.
agreeThe professors agreed to disagree.
appearThe results appear to support your theory.
arrangeThey had arranged to meet at noon.
begbeg to differ with you.
careWould you care to respond?
claimShe claims to have new data.
consentWill you consent to run for office?
decideWhen did he decide to withdraw?
demanddemand to see the results of the survey.
deserveShe deserves to have a fair hearing.
expectThe committee expects to decide by tomorrow.
failThe trial failed to confirm his hypothesis.
hesitatehesitate to try the experiment again.
hopeWhat do you hope to accomplish?
learnWe have learned to proceed with caution.
manageHow did she manage to find the solution?
neglectThe author neglected to provide an index.
needDo we need to find new subjects?
offerWe could offer to change the time of the meeting.
planThey had planned to attend the conference.
prepareHe was not prepared to give a lecture.
pretendI do not pretend to know the answer.
promiseThey promise to demonstrate the new equipment.
refuseShe refused to cooperate any longer.
seemSomething seems to be wrong with your design.
struggleWe struggled to understand her point of view.
swearHe swears to tell the truth.
threatenThe team threatened to stop their research.
volunteerWill you volunteer to lead the group?
waitWe could not wait to hear the outcome.
wantShe did not want to go first.
wishDo you wish to participate?

Following a preposition (gerund only)

Gerunds can follow a preposition; infinitives cannot.
Can you touch your toes without bending your knees?
He was fined for driving over the speed limit.
She got the money by selling the car.
A corkscrew is a tool for taking corks out of bottles.
Note: Take care not to confuse the preposition "to" with an infinitive form, or with an auxiliary form such as have toused togoing to
He went back to writing his paper.[PREPOSITION + GERUND]
used to live in Mexico.[AUXILIARY + VERB]
want to go home.[VERB + INFINITIVE]

Following an indirect object (infinitive only)

Some verbs are followed by a pronoun or noun referring to a person, and then an infinitive. Gerunds cannot be used in this position.

Some common verbs followed by an indirect object plus an infinitive:

askI must ask you to reconsider your statement.
begThey begged her to stay for another term.
causeHis findings caused him to investigate further.
challengeWilkins challenged Watson to continue the research.
convinceCan we convince them to fund our study?
encourageShe encouraged him to look beyond the obvious.
expectThey did not expect us to win an award.
forbidThe author forbade me to change his wording.
forceThey cannot force her to reveal her sources.
hireDid the department hire him to teach the new course?
instructI will instruct her to prepare a handout.
inviteWe invite you to attend the ceremony.
needThey need her to show the slides.
orderHe ordered the group to leave the building.
persuadeCan we persuade you to contribute again?
remindPlease remind him to check the references.
requireThey will require you to submit an outline.
teachWe should teach them to follow standard procedures.
tellDid she tell him to make three copies?
urgeurge you to read the instructions before you begin.
wantI do not want you to have an accident.
warnWhy didn't they warn me to turn down the heat?